VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan mengungkapkan alasan pihaknya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green.
Pertamina diketahui menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green sekitar 30 persen mulai Rabu (10/6/2026) pagi.
Harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Sigit mengatakan, Pertamina telah berupaya menahan harga BBM non-subsidi untuk tidak naik beberapa bulan terakhir.
Namun, biaya impor BBM naik sejak perang AS-Israel di Iran yang memicu penutupan Selat Hormuz.
Menurut Sigit, harga BBM yang diimpor Pertamina dari luar negeri lebih tinggi dari harga jual di dalam negeri.
Ia menyebut Pertamina tidak lagi kuat menekan harga jual, sehingga perlu menaikkan harga BBM non-subsidi.