KOMPAS.TV - Sejumlah perempuan di Jember, Jawa Timur, berlatih mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.
Langkah sederhana namun bermakna ini menjadi solusi mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menjadikan sampah bernilai ekonomi.
Suasana belajar tampak penuh semangat di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R) di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur.
Di lokasi ini, puluhan perempuan yang adalah ibu rumah tangga mengikuti pelatihan pembuatan pupuk kompos yang dipandu oleh petugas dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Jember. Para peserta diajak mengenal berbagai jenis sampah organik yang dapat diolah menjadi kompos sekaligus mempraktikkan langsung proses pembuatannya.
Bahan yang digunakan pun sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari sisa sayuran, kulit buah, sisa nasi, ampas kopi, teh, hingga daun-daun kering yang biasanya berakhir di tempat sampah.
Proses pembuatannya sederhana dan mudah diterapkan di rumah. Sampah organik dimasukkan ke dalam galon bekas atau wadah yang memiliki sirkulasi udara, kemudian disiram dengan biodekomposer atau eco enzyme untuk mempercepat proses penguraian. Setelah itu, lapisan sampah ditutup menggunakan daun kering dan tanah. Agar proses pengomposan berjalan optimal, bahan-bahan diaduk secara berkala hingga berubah menjadi kompos berwarna cokelat gelap menyerupai tanah.
Kompos yang dihasilkan memiliki banyak manfaat. Selain membantu mengurangi sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, kompos juga dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman pekarangan, lahan pertanian, hingga perkebunan. Bahkan, hasilnya berpotensi memiliki nilai jual dan menjadi tambahan penghasilan.
Bagi para ibu rumah tangga, langkah kecil dari rumah ini menjadi bagian penting dalam upaya mengatasi persoalan sampah. Selain menghemat biaya pembelian pupuk, pengolahan sampah organik juga menjadi solusi untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Program pelatihan kompos ini sekaligus mendukung kebijakan pemerintah yang akan menghentikan praktik pembuangan sampah terbuka atau open dumping di tempat pembuangan akhir mulai 1 Agustus 2026.
Ke depan, pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tempat pembuangan akhir. Masyarakat didorong untuk mulai memilah sampah organik dan nonorganik dari rumah sehingga sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sumber daya yang dapat diolah dan dimanfaatkan kembali
#KOMPOS #ibuibujember #jember
Baca Juga Desak Pembayaran Pembangunan Dapur MBG, Pemasok Ngamuk di Kantor BGN | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/674002/desak-pembayaran-pembangunan-dapur-mbg-pemasok-ngamuk-di-kantor-bgn-sapa-siang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/674004/aktivitas-ibu-ibu-di-jember-olah-sampah-rumah-tangga-jadi-pupuk-kompos-sapa-siang