Kunjungan Presiden Xi Jinping ke Pyongyang dinilai sebagai langkah strategis China untuk merespons dinamika yang kian tidak menentu di Semenanjung Korea, terutama setelah Kim Jong Un mengubah arah kebijakan Korut yang kini lebih mengedepankan ambisi militer daripada ketergantungan penuh pada Beijing. Beijing merasa khawatir dengan kedekatan hubungan militer antara Korut dan Rusia, yang tidak hanya menggeser pengaruh China, tetapi juga memicu potensi pengembangan teknologi nuklir sensitif bagi Pyongyang yang dapat merusak keseimbangan kekuatan di kawasan.
Di sisi lain, China memandang militerisme baru Jepang dan potensi pakta pertahanan trilateral antara Amerika Serikat, Jepang, serta Korea Selatan sebagai ancaman yang lebih besar bagi stabilitas Asia Timur Laut dibandingkan isu nuklir Korut itu sendiri. Oleh karena itu, Xi Jinping berupaya menggunakan kartu ekonomi sebagai instrumen utama untuk memastikan Pyongyang tetap berada dalam lingkup pengaruh China, sembari mencoba memelihara keseimbangan hubungan trilateral yang kini tengah diuji oleh kepentingan strategis yang saling bersinggungan di antara ketiga negara tersebut.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi
#global #konflik ##kompascomlab #rusia #koreautara #china #xijinpingkoreautara #xijinpingkimjongun