Di tengah ketegangan militer dengan Amerika Serikat, Iran berhasil memanipulasi keterbatasan armada tempur udaranya yang berusia setengah abad, seperti jet F-14 Tomcat dan F-5, menjadi aset mematikan melalui strategi "kanibalisme" komponen dan modernisasi lokal.
Meski terhambat embargo selama puluhan tahun, para teknisi Iran mampu menjaga jet-jet lawas tersebut tetap layak terbang untuk menjaga aset strategis nasional, bahkan terbukti mampu menembus sistem pertahanan udara modern berkat kemampuan manuver terbang rendah dan siluet yang mengecoh radar.
Strategi pertahanan Iran tidak berhenti pada pemanfaatan pesawat tua, melainkan meluas ke taktik perang asimetris yang sangat efektif dalam menguras sumber daya ekonomi Amerika Serikat. Dengan membanjiri wilayah udara menggunakan kombinasi drone murah dan rudal balistik produksi massal, Iran memaksa Washington untuk menghabiskan rudal pencegat bernilai jutaan dolar hanya untuk menjatuhkan target berbiaya rendah, yang kini terbukti menguras stok amunisi strategis AS hingga ke titik kritis. Fenomena ini membuktikan bahwa kecerdikan dalam memanfaatkan sumber daya terbatas seringkali lebih unggul daripada sekadar keunggulan teknologi konvensional di medan perang modern.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Cavalry - Aakash Gandhi
#global #perang ##kompascomlab #iran #israel #perangiran #amerika #iranvsamerika #f5 #f14