:

Dulunya Dipikul, Angkringan Lahir di Bayat Klaten

1 minggu lalu

Istilah hik, wedangan, dan angkringan identik dengan kuliner rakyat yang mudah dijumpai di berbagai kota di Indonesia, terutama Solo dan Yogyakarta. 


Dulu, angkringan ternyata belum dikenal dengan nama angkringan, melainkan terikan atau dagangan pikulan yang dirintis Mbah Karso Djukut, perantau asal Desa Ngerangan, Klaten, pada sekitar 1930-an di Solo. 


Saat usaha terikan mulai sepi, Djukut berinovasi dengan menjual makanan dan minuman menggunakan pikulan, yang kemudian menjadi cikal bakal angkringan modern.


Sejak 1950-an, usaha tersebut berkembang pesat dan menyebar dari Solo ke Yogyakarta melalui jaringan perantau asal Ngerangan. Kini, angkringan telah menjelma menjadi salah satu ikon kuliner rakyat yang dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia. 


Penulis: Yefta Christopherus Asia Sanjaya

Kreatif: Jessica Meisya Kurnia

Produser: Elizabeth Ayudya 


~J #Angkringan #Klaten #Voice

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke