JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat, mengakui bahwa sampah yang menumpuk di kawasan Kali Adem, Jakarta Utara sebagian besar berasal dari hulu.
Menurut Jumhur, celah terbesar yang membuat sampah terus mengalir hingga ke laut berada di sepanjang aliran sungai.
Menteri Lingkungan Hidup menilai persoalan sampah bukan semata-mata masalah teknis pengelolaan, tetapi juga berkaitan dengan perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.
Namun di sisi lain, pemerintah juga mengakui masih adanya persoalan tata kelola sampah di daerah.
Menurut Jumhur, Kementerian Lingkungan Hidup saat ini tengah melakukan penertiban terhadap pemerintah daerah yang dinilai tidak menjalankan kewajiban pengelolaan sampah.
Selain penegakan aturan, pemerintah juga mulai menyiapkan langkah perbaikan melalui pendekatan solusi.
Menteri Lingkungan Hidup menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah harus dilakukan dari hulu hingga hilir.
Menurut Jumhur, salah satu fokus utama pemerintah adalah mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Sampah organik nantinya dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dipilah kembali untuk digunakan ulang maupun didaur ulang.
Adapun sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan lagi akan diarahkan menjadi bahan bakar alternatif.
Pemerintah juga tengah menyiapkan roadmap pengelolaan sampah bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Jumhur, hasil awal dari roadmap tersebut ditargetkan mulai terlihat dalam enam bulan ke depan.
Salah satu fokus utama yang akan dibenahi adalah penghentian praktik open dumping yang masih ditemukan di sejumlah lokasi pembuangan sampah.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/kpbZOKo3cok
#pulausampah #jakarta #pencemaran
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/673760/menteri-lingkungan-hidup-ungkap-akar-masalah-pulau-sampah-di-jakarta-dipo-investigasi