JAKARTA, KOMPAS.TV - Bagi Syahril, nelayan Muara Angke, perubahan kondisi laut Jakarta bukan sekadar cerita.
Pria yang telah melaut lebih dari 50 tahun ini mengaku menyaksikan langsung bagaimana kawasan Kali Adem berubah drastis dari waktu ke waktu.
Kini, menurut Syahril, kondisi air telah berubah akibat pencemaran. Tak hanya limbah, sampah yang terus mengalir dari hulu juga menjadi persoalan yang semakin serius.
Menurut Syahril, setiap musim hujan volume sampah yang masuk ke kawasan Muara Angke meningkat drastis.
Tumpukan sampah yang terbawa arus laut itu bahkan membentuk pulau sampah di kawasan pesisir Jakarta.
Fenomena tersebut bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas nelayan.
Sampah yang mengapung juga kerap melilit baling-baling kapal. Tak jarang, nelayan harus menanggung kerugian akibat kerusakan peralatan kapal.
Lebih jauh, pencemaran laut juga berdampak pada hasil tangkapan ikan yang menjadi sumber penghidupan para nelayan.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/kpbZOKo3cok
#pulausampah #jakarta #pencemaran
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/673697/50-tahun-jadi-nelayan-syahril-saksikan-muara-angke-berubah-jadi-laut-sampah-dipo-investigasi