KOMPAS.TV - Militer Israel merilis rekaman serangan udara ke wilayah pinggiran Kota Beirut. Israel mengklaim serangan pada Minggu kemarin menargetkan infrastruktur Hizbullah di Beirut.
Sehari sebelumnya, serangan udara Israel ke wilayah Lebanon Selatan menewaskan 9 orang, termasuk tiga anggota militer Lebanon. Salah satu anggota militer Lebanon yang tewas berpangkat brigadir jenderal.
Israel selama ini menyatakan operasi militernya ditujukan untuk menyerang kelompok Hizbullah, bukan memerangi militer Lebanon.
Juru Bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya, Komandan Militer Gabungan Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengonfirmasi serangan rudal Iran ke Israel pada Minggu malam waktu setempat.
Ebrahim kembali memperingatkan akan ada serangan yang lebih besar jika Israel tidak menghentikan serangan ke Lebanon Selatan dan pinggiran selatan Beirut.
Sirene berbunyi di seluruh Israel pada Senin waktu setempat setelah rudal yang diluncurkan dari Yaman menargetkan wilayah Israel.
Layanan penyelamatan Israel menyebut tidak ada laporan korban jiwa maupun dampak signifikan dari peluncuran rudal yang datang dari arah Yaman.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tidak akan menoleransi serangan terhadap wilayah negaranya.
Ia juga mengklaim telah berhasil mengendalikan hampir 70 persen Jalur Gaza serta menghabisi lebih dari 350 teroris dalam sepekan terakhir di Lebanon.
Baca Juga Israel Gempur Wilayah Tengah dan Barat Iran, Konflik Timur Tengah Kembali Memanas! di https://www.kompas.tv/internasional/673576/israel-gempur-wilayah-tengah-dan-barat-iran-konflik-timur-tengah-kembali-memanas
#iran #hizbullah #netanyahu #israel
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/673593/netanyahu-tak-gentar-iran-ancam-eskalasi-konflik-jika-israel-tak-hentikan-operasi-di-lebanon