Rusia kayaknya masih kesusahan untuk menundukkan Ukraina. Usai Rusia menghujani Kyiv dengan rudal hipersonik Oreshnik yang memorak-porandakan infrastruktur sipil pada akhir Mei 2026, Ukraina lalu membalas dengan taktik asimetris menggunakan serangan drone jarak jauh yang menargetkan kilang minyak strategis di St. Petersburg, Rabu (3/6/2026).
Serangan balasan Ukraina tersebut memiliki bobot politis dan simbolis yang besar karena dilakukan tepat saat Presiden Vladimir Putin menjamu delegasi internasional dalam Forum Ekonomi bergengsi, sekaligus menunjukkan bahwa Kyiv kini memiliki kemampuan teknis untuk menembus jauh ke jantung wilayah Rusia.
Di tengah eskalasi tersebut, posisi domestik Putin mulai mendapat tekanan yang tidak biasa seiring munculnya suara-suara sumbang dari internal pemerintahan dan kalangan garis keras yang mulai meragukan prospek kemenangan Rusia.
Kondisi ini membawa Rusia pada bayang-bayang kebuntuan strategis yang serupa dengan nasib Amerika Serikat dalam perang di Iran, di mana keunggulan militer suatu negara adidaya terbukti tidak mampu menjamin penyelesaian konflik yang cepat, memicu Zelensky untuk akhirnya menawarkan opsi gencatan senjata guna membuka ruang negosiasi.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Red - Anno Domini Beats
#global #perang ##kompascomlab #Rusia #Ukraina #PerangRusia #PerangUkraina