Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menggelar nonton bareng film Ghost in the Cell di Metropole XXI, Kompleks Megaria, Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap perfilman nasional.
"Jadi kenapa film karya Joko Anwar yang dipilih, karena film Ghost in the Cell memiliki makna perlawanan terhadap imperialisme dan kapitalisme," ujar Hasto kepada wartawan.
Hasto kemudian menyoroti salah satu tokoh di dalam film yang bernama Prakasa Kitabuming. Dalam film Ghost in the Cell, Prakasa merupakan pengusaha asal Solo yang sangat tamak.
Selain itu, Kata Hasto, banyak simbol-simbol tersembunyi yang coba disampaikan Joko Anwar dalam film tersebut.
"Dalam film ini Joko Anwar dengan sangat cerdas menyampaikan bagaimana ada pengusaha yang sangat tamak sehingga ketika dia ditangkap di penjara pun karena kasus korupsi, maka pengusaha yang namanya Prakasa Kitabuming ini kemudian masih menikmati kemewahan yang luar biasa. Dan kemudian yang kritik sosialnya, dia berasal dari Solo," tutur Hasto.
Penulis Naskah: Dzaky Nurcahyo
Video Jurnalis: Dzaky Nurcahyo
Video Editor: Dzaky Nurcahyo
Produser: Nursita Sari
#politik #humaniora #pdip #ghostinthecell #film #vjlab