Iran masih menggunakan taktik lama, tapi Amerika Serikat tidak punya cara menanganinya hingga sekarang. Hal itu terungkap dari serangan drone murah milik Iran ke terminal Bandara Internasional Kuwait, hanya 48 jam setelah dibuka kembali, Rabu (3/6/2026).
Ini menegaskan efektivitas taktik perang asimetris Teheran dalam mengeksploitasi kerentanan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk. Dengan menyasar target yang secara psikologis dan strategis rentan, Iran berhasil memberikan tekanan psikologis kepada pemerintahan Presiden Trump, sekaligus memicu frustrasi mendalam di kalangan negara-negara Teluk yang merasa dikorbankan dalam konflik tanpa adanya konsultasi yang memadai dari Washington.
Di sisi lain, perang ini telah mengungkap krisis logistik pertahanan udara Amerika Serikat yang kian memburuk akibat ketimpangan biaya dan produksi antara drone Shahed Iran yang murah dengan sistem pencegat canggih seperti THAAD dan Patriot yang sangat mahal serta langka.
Ketergantungan Washington pada amunisi berbiaya jutaan dolar untuk melawan drone sederhana, ditambah dengan kerusakan signifikan pada puluhan fasilitas militer dan pesawat tempur AS di berbagai pangkalan, telah menguras stok pertahanan strategis AS yang diperkirakan baru akan pulih sepenuhnya pada tahun 2029 hingga 2031.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi
#global #konflik ##kompascomlab #iran #amerika #perang #kuwait #perangiran #perangamerika