JAKARTA, KOMPAS.TV - Salah seorang tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG, eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, siap membongkar keterlibatan pihak besar dalam pusaran korupsi di program prioritas Presiden.
Selain menolak tuduhan memiliki peranan penting dalam kasus ini, lewat kuasa hukumnya, Sony mengaku punya bukti kuat adanya perintah dari oknum eksekutif, legislatif, hingga organisasi.
Sony bahkan diklaim tak bisa menolak karena perintah itu berasal dari sosok berkuasa.
Partai Gerindra mendukung pengungkapan praktik korupsi di program prioritas Presiden ini. Tak hanya lewat Sony yang mengajukan diri sebagai justice collaborator, Kejaksaan Agung juga didorong untuk mengungkap keterlibatan pihak lain.
Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, berharap permintaan justice collaborator Sony Sonjaya dikabulkan Kejaksaan Agung. Menurut Boyamin, "nyanyian" Sony diharapkan bisa membuka jalan pembongkaran kasus lebih cepat.
Menurut aktivis antikorupsi yang juga dosen STH Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, sudah banyak indikasi sejak awal terkait dugaan korupsi di MBG. Selain itu, Bivitri menyebut kejadian seperti ini menjadi titik evaluasi besar.
Dugaan korupsi tata kelola MBG menjerat tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional, yakni eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua mantan Wakil Kepala BGN, yaitu Sony Sonjaya serta Lodewyk J. Pusung.
Apakah pengajuan justice collaborator ini murni upaya penegakan hukum atau sekadar strategi untuk meringankan hukuman?
Kita akan membahasnya bersama Elza Syarief selaku kuasa hukum Sony Sonjaya dan Laode M. Syarif, Wakil Ketua KPK periode 2015-2019.
Baca Juga Blak-Blakan! Saut Situmorang & Sugiat Santoso soal Tudingan Orang Besar Terlibat Kasus Korupsi MBG di https://www.kompas.tv/nasional/673265/blak-blakan-saut-situmorang-sugiat-santoso-soal-tudingan-orang-besar-terlibat-kasus-korupsi-mbg
#sonysonjaya #bgn #mbg #korupsi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/673266/full-kuasa-hukum-sony-laode-m-syarif-terkait-bongkar-daftar-orang-besar-di-kasus-korupsi-mbg