KUTAI TIMUR, KOMPAS.TV - Nasib naas dialami seorang bocah di Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Anak yang tak berdosa itu harus menjadi pelampiasan pelaku kejahatan.
Akibat terlilit utang, seorang driver ojek online nekat menculik bocah laki-laki berusia 7 tahun demi mendapatkan uang tebusan ratusan juta rupiah.
Tak hanya menculik, driver ojek online itu bahkan tega membunuh sang bocah. Korban ditemukan tewas di semak-semak belakang Masjid Agung Sangatta, Bukit Pelangi.
Pada 3 Juni 2026 sekitar pukul 12.00 Wita, jasad Royyan ditemukan mengapung di sebuah parit di belakang Masjid Agung Sangatta, Bukit Pelangi, Kalimantan Timur.
Usai dievakuasi, jasad Royyan langsung dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi.
Peristiwa bermula pada Senin, 1 Juni lalu, sekitar pukul 19.00 Wita. Pelaku menculik korban yang sedang bermain di sekitar rumahnya.
Usai menculik korban, pelaku sempat melancarkan aksi teror dan pemerasan kepada keluarga korban.
Melalui selembar potongan kardus, pelaku menuliskan instruksi agar keluarga korban mengirimkan uang tebusan sebesar Rp200 juta ke sebuah nomor rekening di salah satu bank.
Nahas, belum sempat uang tebusan itu disiapkan atau dikirimkan oleh pihak keluarga, pelaku sudah terlebih dahulu membunuh korban.
Pada Selasa malam, 2 Juni lalu, tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kalimantan Timur dan Polres Kutai Timur meringkus pelaku.
M.Y. ditangkap tanpa perlawanan di kawasan Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan.
Pelaku dijerat pasal berlapis mengenai perampasan kemerdekaan, penculikan anak, dan pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Baca Juga [FULL] Polisi Update Perkembangan Kasus Tewasnya Bocah 11 Tahun yang Ditemukan Penuh Luka di Rumah di https://www.kompas.tv/regional/673251/full-polisi-update-perkembangan-kasus-tewasnya-bocah-11-tahun-yang-ditemukan-penuh-luka-di-rumah
#pembunuhan #penculikan #ojol #ojekonline
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/673255/kronologi-pengemudi-ojol-culik-dan-bunuh-bocah-7-tahun-pelaku-minta-uang-tebusan-rp200-juta