Presiden Donald Trump kini terjepit dalam kontradiksi antara klaim berakhirnya perang dengan realitas lapangan, di mana Iran justru memperketat posisi dengan menunjuk Ahmad Vahidi, sosok garis keras dan komandan berpengalaman, sebagai panglima tertinggi IRGC.
Di bawah kendali Vahidi, Iran semakin memperkuat ideologi "Jihad" yang sulit ditembus oleh tekanan ekonomi maupun militer Amerika Serikat, sekaligus mempertahankan postur agresif di kawasan yang membuat eskalasi konflik tetap menjadi ancaman nyata yang tak terkendali.
Tekanan bagi Trump pun datang dari dalam negeri seiring dengan langkah DPR Amerika Serikat yang memberikan suara untuk memaksa penarikan pasukan dari Iran sebagai bentuk protes atas inkonsistensi kebijakan perang sang Presiden. Keputusan yang didukung oleh pembelotan empat anggota Partai Republik ini menjadi tamparan politik sekaligus konsekuensi hukum atas pelanggaran War Powers Act, yang menandakan bahwa perang tersebut kini dinilai tidak sah dan tidak populer, bahkan oleh kelompok pendukung Trump di parlemen.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Sacrifices - Anno Domini Beats
#global #konflik ##kompascomlab #iran #PerangIran #PerangAmerika #Amerika