Rusia kembali menjadikan Suriah sebagai kandang militernya di kawasan Timur Tengah setelah sempat memutuskan untuk mundur pada 2025 lalu. Keputusan strategis ini diambil oleh Kremlin segera setelah Amerika Serikat secara resmi mencabut seluruh pasukan militernya pada April 2026.
Presiden Suriah saat ini, Ahmed Al-Sharaa, dikabarkan memberikan restu kepada Rusia lantaran tak pastinya Washington dalam menjamin keamanan di kawasan.
Langkah berani Moskwa ini sekaligus memupuskan harapan AS yang ingin memutus pengaruh Kremlin di Timur Tengah. Suriah terbukti tetap menjadi pilar strategis yang sangat penting bagi pertahanan global Beruang Merah.
Lantas, bagaimana Rusia mampu meyakinkan pemerintahan baru bentukan mantan pemberontak Islamis yang dulu menjadi musuh tempur mereka?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti Narator: Daniel Kalis Jati Mukti Video Editor: Fathir Rohman Produser: Marvel Dalty