Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menggelar Operasi Patuh Jaya 2026 mulai Senin (8/6/2026) sampai 14 hari ke depannya, mengusung tema 'Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Berkeselamatan'.
Sebanyak 2.798 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan diturunkan selama operasi berlangsung untuk memantau pelanggaran lalu lintas.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan, setidaknya ada 10 pelanggaran yang disasar dalam operasi ini.
Salah satunya adalah pengendara yang sengaja membuat konten saat mengemudikan kendaraan.
Kata Komarudin, membuat konten saat berkendara bisa membuat pengendara hilang fokus. Pengendara tetap bisa membuat konten asal kamera dipegang oleh pembonceng atau menggunakan alat lain yang tak dipegang menggunakan tangan sendiri.
Selain itu, pengendara yang lawan arah dan tak mengenakan pelat nomor turut menjadi sasaran. Pengendara yang menutupi pelat nomor juga bakal ditindak.
Lebih lanjut, Komarudin mengungkapkan bahwa penegakan hukum akan mendapat porsi lebih besar dalam operasi kali ini guna meningkatkan kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas.
"Mengingat memang situasi arus lalu lintas yang membutuhkan penanganan lebih serius, maka bobot penegakan hukum untuk Operasi Patuh ini sebanyak 50 persen. Jadi, 20 persen kegiatan kita adalah kegiatan preemtif, 30 persen kegiatan preventif," jelas dia.
Penulis Naskah: Dzaky Nurcahyo
Video Jurnalis: Dzaky Nurcahyo
Video Editor: Dzaky Nurcahyo
Produser: Nursita Sari
#hukum #lalulintas #operasipatuhjaya #razia #raziapolisi #vjlab