Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman memberikan pembelaan menyeluruh terhadap maraknya kritik publik mengenai agenda perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto, Rabu (3/6/2026).
Dudung menilai, kritik yang salah satunya dilontarkan oleh tokoh diplomasi Dino Patti Djalal adalah hal yang wajar. Namun ia menekankan bahwa publik harus melihat perbedaan geopolitik dan beban ekonomi yang dihadapi pemerintahan saat ini.
Secara blak-blakan, Dudung membandingkan kondisi awal masa jabatan Presiden Prabowo dengan era mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ia menyebut Presiden saat ini harus bergerak lebih aktif ke luar negeri karena menanggung beban warisan utang yang jauh lebih besar dibanding era sebelumnya.
"Situasinya pun berbeda. Pak Presiden sekarang menjabat presiden dengan situasi politik demikian, utang sudah sekian banyak, berbeda dengan dulu. Mungkin Pak Jokowi pas menjabat dulunya (utang) cuma Rp2.000 triliun, Pak Presiden sekarang ditinggalkan Rp8.000 triliun misalnya kan. Nah, beda lah," ujar Dudung usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini!
Video Jurnalis: Dimas Nanda Krisna, Rahel Narda Chaterine
Naskah: Dimas Nanda Krisna
Video Editor: Dimas Nanda Krisna
Produser: Abba Gabrillin
#news #jokowidodo #dudungabdurachman #prabowosubianto #vjlab