KOMPAS.TV - Hamparan sampah bak pulau muncul di pesisir Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Sampah plastik dan kayu yang menumpuk puluhan tahun membentuk sedimen lumpur.
Akibatnya, lalu lintas perahu nelayan terganggu, baling baling kapal sering rusak karena tersangkut sampah dan kayu. Inilah kondisi Muara Kali Adem, Muara Angke, Senin siang. Dari udara, terlihat gundukan sampah mengapung seperti berbentuk pulau. Dominasi sampah plastik dan potongan kayu ini sudah mengendap jadi lumpur tebal. Jalur utama nelayan tradisional jadi sempit.
Saat air surut, perahu nelayan kandas. Saat air pasang, sampah menyerbu dan merusak baling baling. Muara Kali Adem adalah satu satunya akses keluar masuk ribuan kapal nelayan. Kini, mereka harus berjibaku membersihkan baling baling sebelum melaut. Nelayan mendesak pemerintah segera mengeruk sampah dan lumpur di Muara Kali Adem yang sudah mengganggu aktivitas nelayan.
Menurut nelayan, kerusakan kapal akibat sampah terjadi hampir tiap pekan. Jika dibiarkan, ribuan nelayan Muara Angke terancam kehilangan mata pencaharian. Hamparan sampah bak pulau muncul di pesisir Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Lalu seperti apa respons dari Pemprov DKI Jakarta? Kita sudah bergabung dengan staf khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Chiko Hakim.
#pasirmuara #muarakaliadem #sampahdipesisir
Baca Juga [FULL] Usai Kebakaran Kemayoran, Stafsus Gubernur DKI Bahas Rencana Tata Permukiman Padat Penduduk di https://www.kompas.tv/regional/672420/full-usai-kebakaran-kemayoran-stafsus-gubernur-dki-bahas-rencana-tata-permukiman-padat-penduduk
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/672421/full-stafsus-gubernur-wagub-dki-jakarta-respons-soal-hamparan-sampah-di-pesisir-muara-angke