Ketua DPP PDI Perjuangan (PDI-P), Andreas Hugo Pereira, melayangkan kritik tajam atas jawaban Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait manajemen komunikasi dan akuntabilitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto, Selasa (2/6/2026).
PDI-P menilai, pembelaan pihak Istana yang menyatakan kelebihan anggaran kunjungan akan ditanggung menggunakan dana pribadi presiden adalah jawaban yang tidak tepat dan mengaburkan esensi esensial dari diplomasi negara.
“Saya kira kunjungan itu kan kunjungan ke negara, bukan kunjungan pribadi. Kunjungan pribadi memang patut dibiayai oleh negara? Ini bukan soal biaya pribadi 'saya punya uang dan saya bisa bayar sendiri'. Saya kira banyak orang juga bisa melakukan itu,” kata Hugo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Ia menekankan bahwa agenda kepresidenan melekat pada simbol negara.
Oleh karena itu, akuntabilitas publik jauh lebih krusial daripada sekadar urusan domestik dompet pribadi.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini!
Video Jurnalis: Dimas Nanda Krisna
Naskah: Dimas Nanda Krisna
Video Editor: Dimas Nanda Krisna
Produser: Abba Gabrillin
#politik #prabowosubianto #teddyindrawijaya #pdip #vjlab