Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 25 Mei 2026 mengajak Iran dan sejumlah negara Muslim bergabung dalam Abraham Accords, perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel yang dimediasi AS sejak 2020.
Iran pun menolak gagasan tersebut.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi bahkan menyebut kemungkinan Teheran bergabung sebagai angan-angan, sementara Arab Saudi, Pakistan, dan Qatar juga belum bersedia menormalisasi hubungan tanpa jalan jelas menuju negara Palestina merdeka.
Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta, Mudhofir Abdullah, menilai usulan itu memunculkan paradoks karena Abraham Accords sejak awal dibangun untuk menghadapi pengaruh Iran, tetapi kini justru membuka peluang bagi Teheran untuk ikut bergabung.
Penulis: Mudhofir Abdullah, Ferril Dennys
Kreatif: Blanka Rahel Maretha Joanne
Produser: Elizabeth Ayudya Ratna Rininta
~R #Amerika #Iran #Global