Saat perang Iran dan Amerika Serikat kembali ke "titik panas", Presiden Masoud Pezeshkian dikabarkan "mundur" dari jabatannya. Surat pengunduran diri Pezeshkian sebagai Presiden Iran itu disebut telah dikirimkan kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Dilansir dari Jerusalem Post, Minggu (31/5/2026), laporan Pezeshkian hengkang dari rezim Iran itu disebut karena perannya di pemerintahan telah diambilalih Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
IRGC dan petinggi Iran lainnya pun buru-buru membantah kabar mundurnya Masoud Pezheskian dari kursi presiden. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?