:

Serangan Israel Terus Meluas di Lebanon Selatan, Warga Berbondong-bondong Mengungsi

12 jam lalu

LEBANON, KOMPAS.TV - Serangan udara Israel terus menghantam sejumlah kota dan desa di Lebanon Selatan, sementara pasukan darat Israel dilaporkan semakin masuk jauh ke wilayah negara tersebut.

Kepulan asap tebal terlihat membumbung di atas Kota Arabsalim, Lebanon Selatan, pada Senin (1/6/2026) setelah serangkaian serangan menghantam kawasan tersebut.

Sehari sebelumnya, militer Israel mengumumkan bahwa pasukannya berhasil merebut sebuah gunung strategis yang di puncaknya terdapat Kastil Beaufort, benteng peninggalan era Perang Salib di Lebanon Selatan.

Keberhasilan merebut kawasan tersebut dianggap sebagai kemajuan besar bagi Israel dalam perang terbaru melawan Hizbullah, meskipun pada saat yang sama kedua pihak sedang terlibat dalam pembicaraan langsung yang berlangsung di Washington.

Sementara itu, kemacetan panjang terjadi di wilayah selatan Beirut, Lebanon, pada Senin (1/6/2026) ketika warga berusaha meninggalkan kawasan tersebut setelah Israel memerintahkan serangan terhadap Dahiyeh, daerah yang dikenal sebagai basis dukungan kuat Hizbullah.

Perintah serangan dikeluarkan sehari setelah pasukan Israel mencapai titik terdalam operasi darat mereka di Lebanon dalam 26 tahun terakhir.

Baca Juga Pakar HI dan Pakar Militer soal AS-Iran Saling Klaim Selat Hormuz, Dibuka atau Masih Diblokade? di https://www.kompas.tv/internasional/672261/pakar-hi-dan-pakar-militer-soal-as-iran-saling-klaim-selat-hormuz-dibuka-atau-masih-diblokade

#iran #israel #lebanonselatan #hizbullah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/672269/serangan-israel-terus-meluas-di-lebanon-selatan-warga-berbondong-bondong-mengungsi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke