KOMPAS.TV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim Israel jadi kekuatan terkuat di Timur Tengah di tengah kampanye militer ke Iran.
Saat bersamaan, Israel memperingatkan agar tak lengah karena masih ada ancaman nuklir Iran.
Netanyahu mengklaim Operation Roaring Lion atau Singa Mengaum dan Operation Oket Sting sukses dalam melawan Iran.
Tanpa dua operasi militer ini, Netanyahu bilang Iran mungkin sudah punya senjata nuklir.
Selain nuklir, Netanyahu bilang Israel juga fokus menghadapi ancaman drone Iran, salah satunya drone Shahed-149 yang modelnya diakui lebih canggih.
Netanyahu menyatakan Israel akan muncul sebagai kekuatan paling kuat di Timur Tengah.
Namun, sejauh mana klaim Israel menjadi kekuatan dominan kawasan realistis? Apakah militer dan teknologi Israel benar-benar menjadikannya tanpa tanding di Timur Tengah? Ataukah posisi itu tetap bergantung pada dukungan Amerika Serikat? Dan apakah serangan-serangan militer Iran masih belum bisa menandingi Israel?
Benarkah Israel sedang menuju posisi superpower Timur Tengah? Seberapa kuat intelijen dan persenjataan Israel dibanding rival-rivalnya?
Kita akan membahasnya bersama praktisi dan pengajar hubungan internasional Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, dan Ridlwan Habib, Direktur Eksekutif The Indonesia Intelligence Institute.
Baca Juga Momen Gibran Sambut Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Kunjungan Kenegaraan di Prancis di https://www.kompas.tv/nasional/671956/momen-gibran-sambut-prabowo-tiba-di-tanah-air-usai-kunjungan-kenegaraan-di-prancis
#iran #nuklir #israel #as #timurtengah
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/671961/ridlwan-habib-dan-prakitisi-hi-bicara-klaim-netanyahu-israel-jadi-yang-terkuat-di-timur-tengah