Bank Indonesia memastikan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang membuat kurs menembus level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menyatakan, bank sentral tetap melakukan pengawasan dan intervensi pasar selama 24 jam, termasuk ketika pasar domestik libur Iduladha 1447 Hijriah.
Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah pada penutupan perdagangan Jumat berada di level Rp17.883 per dolar AS. Pelemahan juga terjadi di pasar offshore selama libur domestik pada 27-28 Mei 2026.
Ramdan menerangkan, untuk menahan tekanan terhadap rupiah, BI mengoptimalkan intervensi melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.