Puluhan siswa SD Inpres Hiliwuku, Sumba Timur, NTT, harus berjalan kaki sejauh 8-11 kilometer setiap hari demi bisa bersekolah.
Mereka menempuh perjalanan sekitar dua jam melewati bukit, lembah, sungai, dan hamparan savana. Kondisi ini terjadi karena keterbatasan akses transportasi serta kondisi ekonomi keluarga.
Sebagian siswa bahkan menyimpan sepatu di dalam tas agar tidak cepat rusak terkena batu, lumpur, dan air sungai. Mereka baru mengenakannya sesaat sebelum masuk kelas.
Salah satunya adalah Evan, siswa yang setiap hari berjalan sekitar 11 kilometer dari rumahnya.
"Yang paling berat itu kalau naik gunung. Kalau sungai banjir kami tidak bisa lewat. Hujan kami tetap jalan. Nanti kalau panas, pakaian kering sendiri," kata Evan, Jumat (29/5/2026).
Guru SD Inpres Hiliwuku Agus Tay Milanau mengaku memahami kondisi tersebut sehingga pembelajaran biasanya dimulai setelah para siswa tiba.
Dari total 55 siswa, sekitar 40 anak harus berjalan kaki jauh setiap hari.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, Imanuel Takandjandji, mengatakan, Pemerintah sedang mengkaji kemungkinan membuka layanan pendidikan yang lebih dekat dengan permukiman warga, serta menyediakan transportasi sekolah.
Sumber: Dok. SD Inpres Hiliwuku
Penulis: Sigiranus Marutho Bere, Reni Susanti
Kreatif: Rahel Maretha
Produser: Glori K. Wadrianto
~R #Sekolah #NTT #Cut