JAKARTA, KOMPAS.TV - Relawan kemanusiaan Gaza, As’ad Aras, mengungkap dugaan penyiksaan yang dialami para aktivis setelah dibawa ke kapal militer.
As’ad mengatakan, setibanya di kapal militer, para relawan langsung diperiksa dan dipaksa melepas sebagian besar pakaian mereka.
Menurutnya, perlakuan itu memicu kemarahan para relawan, terutama perempuan dari negara-negara Arab dan Turki yang mengenakan pakaian tertutup.
As’ad menyebut, dugaan penyiksaan dimulai setelah para relawan dimasukkan ke area kapal militer.
Para aktivis kemudian ditempatkan di ruang terbuka di tengah kapal, sementara sebelum masuk ke area tersebut mereka harus melewati kontainer kecil berukuran sekitar dua kali tiga meter.
As’ad mengaku dirinya tidak mengalami luka paling parah dibanding relawan lainnya.
Namun ia sempat mengalami cedera pada bagian rahang. Ia juga mengaku sempat ditendang hingga diinjak setelah terjatuh.
Menurut As’ad, setiap relawan mengalami bentuk kekerasan yang berbeda-beda. As’ad juga mengungkap ada relawan asal Indonesia yang disebut mengalami penyiksaan lebih berat, termasuk disetrum.
Selain itu, relawan senior bernama Om Heru disebut masih menjalani perawatan akibat kondisi kesehatannya memburuk setelah mengalami kekerasan.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/f-0g1wMsx0o
#gaza #israel #relawan
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/671631/relawan-gaza-ungkap-dugaan-penyiksaan-di-kapal-militer-disetrum-hingga-ditendang-rosi