Iran saat ini tengah menerapkan strategi tiga jalur untuk menekan Amerika Serikat di tengah tekanan ekonomi yang kian mendesak. Di meja diplomasi, delegasi Iran di Qatar berusaha memperjuangkan pencairan aset negara sebesar 100 miliar dolar AS, sambil menerapkan sistem pengambilan keputusan yang sengaja dibuat kabur untuk mengulur waktu.
Bersamaan dengan itu, Iran melangkah lebih provokatif dengan berupaya mengendalikan Selat Hormuz melalui pengenaan biaya layanan bagi kapal yang melintas. Sebuah langkah yang bahkan mulai menarik minat Oman untuk mempertimbangkan pembagian keuntungan ekonomi, meski hal ini memicu kemarahan Presiden Donald Trump.
Manuver Iran tidak berhenti pada urusan ekonomi dan maritim, karena Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, secara terbuka menyerukan pembentukan aliansi negara-negara Islam sebagai tandingan atas upaya AS memperluas Abraham Accords. Seruan persatuan ini menjadi jawaban langsung atas provokasi Washington dan sinyal tegas bahwa kawasan Timur Tengah tidak akan lagi menjadi perisai bagi pangkalan militer Amerika.
Dengan memadukan diplomasi yang alot, kontrol atas jalur energi global, dan tawaran aliansi regional, Iran menunjukkan bahwa mereka tidak berniat menyerah, justru memanfaatkan keraguan sekutu-sekutu AS di Teluk sebagai celah untuk memperkuat posisinya.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Future - Anno Domini Beats
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #Amerika #IranvsAmerika #PerangIran #Trump