Bukan sekadar memotong, menjadi penjagal hewan kurban adalah panggilan jiwa yang melibatkan kepatuhan pada syariat dan ketulusan hati.
Haji Anshori, penjagal senior yang meneruskan tradisi keluarga dengan golok pribadinya. Menurut cerita pengurus masjid, Anshori sudah bertuga menjadi petugas potong hewan kurban selama 20 tahun.
Anshori mengatakan memotong hewan kurban bukan sekadar pekerjaan musiman, melainkan sebuah amanah besar.
Tugas ini mulai ia emban sejak dirinya membina rumah tangga, menggantikan peran sang kakek yang dulunya juga seorang pemotong.
Menurut Anshori, memotong hewan kurban harus memenuhi kaidah-kaidah dalam ajaran agama Islam.
“Disunahkannya menghadap (kiblat) kan begitu kan, iya. Jadi kalau saya umpamanya motong, itu kepala di sini, kaki sana kan gitu. Nah, itu menghadap kiblatnya ke kiblat gitu. Ada kiblatnya, kaidahnya gitu,” kata Anshori saat dijumpai di Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (28/5/2026).
Anshori membagikan prinsip hidup yang paling krusial dari seorang jagal kurban: Keikhlasan.
Berbeda dengan pekerja profesional yang mematok tarif, ia menyerahkan seluruh urusan upah kepada kebijakan panitia atau pihak yang berkurban.
Baginya, haram hukumnya bagi seorang jagal kurban untuk meminta-minta upah, apalagi memilih-milih bagian daging tertentu.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini!
Video Jurnalis: Dimas Nanda Krisna
Penulis Naskah: Dimas Nanda Krisna
Video Editor: Dimas Nanda Krisna
Produser: Diamanty Meiliana
#news #iduladha2026 #kisahpenjagalhewankurban #kurban #vjlab