KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Paris, Prancis, merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia sebelumnya.
Menurut Sugiono, undangan resmi dari Presiden Macron sebenarnya telah dijadwalkan sejak April lalu, namun sempat tertunda karena penyesuaian agenda kedua kepala negara.
Sugiono menjelaskan, Presiden Macron secara khusus kembali mengajukan jadwal pertemuan hingga dua kali agar pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo dapat terlaksana di Paris.
Pemerintah Indonesia pun akhirnya memenuhi undangan tersebut sebagai bentuk penghormatan diplomatik sekaligus memperkuat hubungan kedua negara.
Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Emmanuel Macron diharapkan menjadi langkah strategis untuk mempererat kerja sama Indonesia dan Prancis di berbagai sektor, termasuk penguatan hubungan diaspora, investasi, pertahanan, hingga sektor-sektor strategis lainnya.
Untuk diketahui, sejak menjabat sebagai Presiden pada 2024 lalu, Prabowo Subianto tercatat telah empat kali melakukan kunjungan ke Prancis. Hal ini menunjukkan semakin eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis di bawah kepemimpinan kedua negara.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/671438/menlu-sugiono-jelaskan-kunjungan-prabowo-ke-prancis-macron-minta-bertemu