Eskalasi ketegangan kembali memanas setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap kapal-kapal dan lokasi peluncuran rudal di Iran selatan pada 25 Mei 2026, yang diklaim sebagai tindakan defensif. Teheran dengan tegas membantah klaim tersebut dan menuding AS telah melanggar gencatan senjata di wilayah Provinsi Hormozgan. Merespons insiden ini, juru bicara senior angkatan bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, mengeluarkan ancaman keras bahwa Iran akan meluncurkan respons yang jauh lebih kuat dan meluas melampaui kawasan jika konflik memasuki babak baru.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melalui komandan angkatan udaranya menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan balasan tegas, seraya melayangkan kritik terhadap proses diplomasi yang dianggap merugikan. Analis militer Samir Puri menilai serangan strategis AS di lokasi vital tersebut kemungkinan besar merupakan upaya untuk menekan posisi tawar Iran dalam perundingan terkait kendali Selat Hormuz. Meski mediasi yang dipimpin Pakistan masih berlangsung untuk mengakhiri konflik secara permanen, aksi militer di lapangan kini menjadi sinyal kuat mengenai komitmen dan kapasitas kedua negara yang masih saling unjuk kekuatan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Dandy Bayu Bramasta
Music: Future - Anno Domini Beats
#global #konflik #Iran #Amerika #AmerikaSerangIran