Golok tradisional khas Rawa Belong, Jakarta Barat, masih bertahan di tengah perkembangan zaman dan gempuran produk pabrikan modern.
Salah satu perajin yang terus menjaga warisan budaya Betawi itu adalah Haji Junaidi Ali. Melalui tangan dan ketekunannya, golok khas Betawi buatan Rawa Belong kini dikenal luas, bahkan hingga mancanegara.
Junaidi mengaku mulai membuat golok sejak sekitar tahun 2005. Awalnya, produksi golok dilakukan secara sederhana dan belum banyak diketahui publik.
Namun pada tahun 2010, ia mulai memperkenalkan golok Rawa Belong melalui media sosial dan YouTube.
Upaya itu mendapat respons positif dari masyarakat, termasuk pembeli dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Arab Saudi hingga Eropa.
Menurutnya, golok Betawi bukan sekadar senjata tradisional, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Betawi. Golok Rawa Belong memiliki ciri khas pada bentuk gagang, sarung, serta ban merah yang menjadi penanda khas produksi mereka.
Untuk menjaga kualitas ketajaman, Junaidi masih menggunakan bahan-bahan tradisional seperti per mobil jip dan per delman yang dinilai lebih kuat dan tahan lama.
Meski demikian, Junaidi mengakui penjualan golok tradisional kini mulai menurun karena kalah bersaing dengan produk baja pabrikan.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini.
Penulis: Cynthia Lova
Video Editor: Cynthia Lova
Video jurnalis: Cynthia Lova
Produser: Abba Gabrillin
#GolokRawaBelong #GolokBetawi
#BudayaBetawi #RawaBelong
#JakartaBarat #GolokTradisional #vjlab