Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Noel) menyampaikan nota pembelaan (pleidoi) dalam kasus dugaan korupsi sertifikasi K3, Senin (25/5/2026).
Noel menegaskan bahwa selama menjabat, ia tidak sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan melakukan kerja nyata yang menyentuh persoalan paling mendasar rakyat kecil, khususnya kaum buruh.
"Saya menyampaikan ini bukan untuk membenarkan diri, melainkan untuk menunjukkan bahwa kerja yang pernah saya lakukan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat," ujar Noel di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta.
Dalam pembelaannya, Noel menyoroti adanya jarak antara buruh kecil dan negara. Ia menemukan banyak pekerja yang tidak tahu harus mengadu ke mana, takut bersuara, atau merasa suaranya tidak akan pernah didengar oleh pejabat.
Kondisi inilah yang mendorong Noel membuka kanal pengaduan langsung melalui WhatsApp dan program "Buruh Tanya Wamen" di media sosial.
Selama kanal pengaduan dibuka, klaim Noel, jumlah aduan masyarakat mencapai kurang lebih 2 juta laporan. Bahkan, setiap sesi siaran langsung (live streaming) di TikTok atau Instagram diikuti oleh rata-rata 70.000 penonton.
"Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan di bawah jauh lebih luas daripada yang sering terlihat di meja pejabat. Selama ini, birokrasi yang panjang membuat buruh tidak mendapatkan keadilan dengan cepat karena mereka harus segera bekerja kembali untuk mencari uang," jelas Noel.
Dari jutaan aduan tersebut, Noel mencatat bahwa sekitar 80 persen berkaitan dengan praktik penahanan ijazah. Selebihnya mencakup persoalan PHK sepihak, upah yang tidak dibayar, masalah outsourcing, hingga kecelakaan kerja yang diabaikan perusahaan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Siti Laela Malhikmah
Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah
Video Editor: Siti Laela Malhikmah
Produser: Nursita Sari
#Kriminal #Hukum #OTTKPK #KPK #Noel #ImmanuelEbenezer #Korupsi #vjlab