KOMPAS.TV - Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim hampir mencapai kesepakatan dengan Iran, pakar hubungan internasional dari Universitas Katolik Parahyangan menilai kesepakatan kedua negara belum menemukan titik temu.
Hal tersebut dinilai karena masih adanya pihak ketiga, yakni Israel, yang terus melakukan serangan ke Lebanon di tengah proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Situasi ini dinilai membuat upaya perdamaian menjadi semakin kompleks, sebab konflik di kawasan Timur Tengah tidak hanya melibatkan Amerika Serikat dan Iran, tetapi juga berkaitan dengan dinamika keamanan Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.