JAKARTA, KOMPAS.TV - Jubir PDI Perjuangan, Ansy Lema bicara soal pidato ekonomi Presiden Prabowo Subianto di Rapat Paripurna DPR.
Menurutnya trust tidak dibangun dengan retorika, tapi dengan prestasi dan rekam jejak kerja.
"Trust itu tidak dibangun dengan retorika, tidak dibangun dengan pidato, dibangun dengan rekam jejak kerja, dibangun dengan reputasi, prestasi, dan itulah yang dinilai oleh rakyat Indonesia," ujar Ansy Lema.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa Presiden Prabowo melakukan sesuatu benar.
"Yang hari ini Pak Prabowo lakukan adalah mencoba melakukan sesuatu yang benar yang sudah sekian puluh tahun tidak dilakukan," ujar Budiman.
Diketahui, Di tengah sorotan jebloknya nilai mata uang rupiah, Presiden Prabowo Subianto dua kali meyinggung dolar Amerika dalam rentang sepekan. Di Nganjuk, Jawa Timur, presiden menyatakan masyarakat desa tak pakai dolar. Sementara, dalam pidato di DPR, presiden menyindir elit yang terlalu takut dengan kurs dolar, justru akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang lemah.
Dua pernyataan presiden soal dolar dan kunjungannya ke DPR guna menjelaskan arah ekonomi RI, bisa jadi upaya menenangkan pasar. Pertanyaannya, mengapa menimbulkan polemik dan apakah langkah yang sudah ditempuh memadai untuk menjawab tekanan dolar terhadap rupiah?
Simak pembahasannya dalam BOLA LIAR, episode “PRABOWO: TAKUT KURS DOLAR, JADI BANGSA LEMAH” Jumat, 22 Mei 2026.
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/670832/budiman-sudjatmiko-dan-pdip-soal-pidato-ekonomi-prabowo-di-dpr-didominasi-retorika