Aktivis Global Sumud Flotilla atau GSF, menyebutpasukan Israel melakukan kekerasan saat mencegat kapal mereka di perairan internasional dalam misi menuju Gaza. Sejumlah aktivis mengaku mengalami pemukulan hingga perlakuan tidak manusiawi saat ditahan.
Salah seorang aktivis GSF, Catriona Graham mengatakan ada setidaknya 50 kasus pelecehan seksual terhadap para aktivis dan lebih dari 30 kasus patang tulang akibat tindakan kekerasan yang dilakukan pasukan Israel.
Kecaman dari luar negeri atas perlakuan terhadap para aktivis tersebut mendorong beberapa negara untuk memanggil duta besar Israel. Sekitar 420 aktivis meninggalkan Israel dengan pesawat menuju Turkiye dan mendarat di Istanbul pada Kamis (21/5/2026) malam.