Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab sejumlah wilayah di Indonesia masih mengalami hujan, meski sudah memasuki musim kemarau 2026.
Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca di berbagai daerah masih menunjukkan dinamika atmosfer khas masa peralihan musim.
BMKG menjelaskan, berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari membuat pemanasan permukaan berlangsung lebih intensif. Akibatnya suhu udara pada siang hari terasa lebih panas dibanding biasanya.
Pada periode 18-20 Mei 2026, suhu maksimum di atas 35 derajat Celsius masih terpantau di beberapa wilayah seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.
Kondisi panas terik pada pagi hingga siang hari tersebut justru dapat memicu pembentukan awan hujan pada sore hingga malam hari.
Peluang hujan semakin besar di wilayah yang memiliki kelembapan udara cukup tinggi karena atmosfer mendukung pertumbuhan awan konvektif.