:

SMAN 2 Terapkan Kelas Bebas Gadget

3 jam lalu

KENDARI, KOMPAS.TV - Langkah progresif dalam menciptakan ekosistem belajar yang lebih kondusif mulai diterapkan di SMA Negeri 2 Kendari, Sulawesi Tenggara. Pihak sekolah kini resmi memberlakukan kebijakan "Kelas Bebas Gadget" atau pembatasan penggunaan telepon seluler pintar (smartphone) bagi seluruh siswa selama proses belajar mengajar berlangsung di dalam kelas.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah konkret sekolah dalam menindaklanjuti Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Aturan ini dirancang untuk mengembalikan fokus utama siswa pada materi pelajaran serta menekan angka ketergantungan remaja terhadap gawai di lingkungan sekolah.

Guna memastikan aturan ini berjalan tertib dan aman, SMA Negeri 2 Kendari telah menyediakan fasilitas berupa loker penyimpanan khusus di setiap ruang kelas.

Sebelum jam pelajaran pertama dimulai, para siswa secara mandiri dan rapi meletakkan telepon seluler mereka ke dalam loker tersebut. Gawai baru akan dibagikan kembali setelah seluruh rangkaian aktivitas akademik di kelas selesai.

Kepala SMA Negeri 2 Kendari, Nur Aida, menjelaskan bahwa kebijakan ini memiliki esensi yang lebih dalam daripada sekadar pelarangan. Gerakan ini merupakan upaya sekolah untuk membangun kembali budaya literasi yang kian tergerus oleh konten digital instan.

"Kebijakan ini bertujuan utama untuk mengurangi distraksi atau gangguan konsentrasi di ruang kelas. Selain meningkatkan fokus belajar, kami ingin mendorong peningkatan minat baca dan penguatan budaya literasi siswa," jelas Nur Aida saat memberikan keterangan di lingkungan sekolah.

Nur Aida menambahkan bahwa aturan penertiban ini juga selaras dengan regulasi makro yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dasar dan Menengah (Permendikdasmen). Regulasi tersebut menekankan bahwa teknologi harus ditempatkan secara tepat guna dan tidak boleh mengaburkan esensi interaksi edukatif secara langsung.

Kendati demikian, pihak sekolah tidak sepenuhnya menutup mata terhadap fungsi komunikasi gawai. Para siswa tetap diberikan kelonggaran untuk menggunakan telepon seluler mereka saat jam istirahat, jam pulang sekolah, atau dalam kondisi darurat tertentu atas izin dan pengawasan guru mata pelajaran.

Meskipun awalnya diprediksi akan menuai resistensi dari kalangan murid, kebijakan ini justru disambut dengan antusiasme positif. Sebagian besar siswa mengaku mulai merasakan dampak instan dari sterilisasi gawai ini, terutama dalam hal ketenangan ruang kelas.

Sitti Hadijah, salah seorang siswi SMA Negeri 2 Kendari, menyatakan dukungannya terhadap regulasi baru yang diterapkan oleh manajemen sekolahnya. Menurutnya, ketiadaan ponsel di meja belajar membuat atmosfer kelas menjadi jauh lebih interaktif.

"Kami sangat mendukung kebijakan ini. Dengan ditertibkannya ponsel selama belajar, kami bisa benar-benar fokus menerima materi dari guru tanpa harus terganggu oleh bunyi notifikasi, panggilan masuk, atau godaan untuk membuka media sosial," ungkap Sitti Hadijah.

Melalui konsistensi penerapan aturan kelas bebas gadget ini, SMAN 2 Kendari berharap efektivitas transfer ilmu dapat meningkat tajam. Ruang kelas diharapkan kembali menjadi wadah diskusi yang aktif, hidup, dan bebas dari keterasingan sosial yang kerap dipicu oleh layar gawai.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/670497/sman-2-terapkan-kelas-bebas-gadget

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke