:

15 Ribu Sapi Telah Jalani Pemeriksaan Kesehatan

3 jam lalu

SORONG, KOMPAS.TV -  Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, jaminan kelayakan dan kesehatan hewan kurban menjadi prioritas utama pemerintah. Otoritas veteriner melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan memperketat pengawasan lalu lintas serta kondisi fisik ternak secara masif di wilayah Provinsi Papua Barat Daya.

Hingga Rabu (20/5/2026), tercatat sebanyak 15.000 ekor sapi di wilayah provinsi termuda di Indonesia ini telah selesai menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan secara klinis. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di masyarakat berada dalam kondisi sehat, bebas dari penyakit menular, dan memenuhi syarat sesuai syariat Islam.

Monitoring dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini gencar dilakukan oleh tim dokter hewan dan petugas lapangan di sejumlah kantong peternakan serta lapak pedagang musiman. Pemeriksaan meliputi pengecekan suhu tubuh, kondisi kuku, mulut, hingga struktur gigi untuk menentukan kecukupan umur hewan.

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan tingkat kabupaten dan kota, Kabupaten Sorong mencatatkan populasi pemeriksaan tertinggi. Wilayah ini memang dikenal sebagai sentra peternakan sapi terbesar sekaligus pemasok utama kebutuhan daging di seluruh Provinsi Papua Barat Daya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kabid Keswan Kesmaveat) Provinsi Papua Barat Daya, Firdiana Krisnaningsih, menegaskan bahwa pengetatan ini bertujuan memberikan rasa aman bagi umat Muslim yang akan melaksanakan ibadah kurban.

"Kami terjun langsung ke peternakan-peternakan, khususnya di Kabupaten Sorong yang menjadi sentra utama. Dari hasil rekapitulasi, ada sekitar 15 ribu ekor sapi yang sudah diperiksa secara bertahap dan sejauh ini dipastikan kondisinya sehat serta layak konsumsi," ujar Firdiana Krisnaningsih saat memantau jalannya pemeriksaan di lapangan.

Hewan ternak yang telah dinyatakan lolos uji kesehatan akan diberikan label atau penanda khusus berupa ear tag (anting telinga) serta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Dokumen ini menjadi bukti autentik bagi masyarakat atau pengurus masjid bahwa sapi yang mereka beli benar-benar aman dari paparan penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).

Pihak dinas juga mengimbau para peternak dan pedagang untuk tetap menjaga kebersihan sanitasi kandang menjelang hari H penyembelihan, mengingat mobilitas perpindahan hewan dari kandang ke kota akan semakin tinggi dalam beberapa pekan ke depan.

Dengan stok yang melimpah dan status kesehatan yang terpantau aman, pasokan hewan kurban di Papua Barat Daya diproyeksikan mampu memenuhi lonjakan permintaan domestik tanpa perlu mendatangkan pasokan dari luar pulau secara berlebihan.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/670493/15-ribu-sapi-telah-jalani-pemeriksaan-kesehatan

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke