:

Pemuda Tenggelam Di Kanal Pampang Ditemukan Meninggal Dunia

3 jam lalu

MAKASSAR, KOMPAS.TV - Setelah proses pencarian intensif yang berlangsung selama hampir 20 jam, seorang pemuda yang dilaporkan tenggelam di Kanal Pampang, Jalan Inspeksi Kanal, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya berhasil ditemukan. Malangnya, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Kamis (20/5/2026) siang.

Korban diketahui bernama Omah, seorang pemuda berusia 25 tahun. Jasadnya berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan setelah melalui proses penyisiran dan penyelaman berulang kali di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Andi Arfan, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan sekitar pukul 14.45 WITA. Posisi korban terdeteksi berada di bawah air, tersangkut pada ranting pohon di dekat jembatan kayu.

"Tim penyelam dari Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban pada pukul 14.45 WITA setelah melakukan pencarian sejak semalam. Posisi korban ditemukan kurang lebih 100 meter dari titik awal tempat ia terjatuh, dalam kondisi tersangkut di pohon di bawah jembatan," ujar Andi Arfan saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Kamis (20/5).

Andi Arfan menambahkan, medan kanal yang dinamis membuat tim harus menerapkan metode khusus. Tim SAR gabungan tidak hanya melakukan penyisiran di permukaan air, tetapi juga menerjunkan tim penyelam.

"Kami melakukan metode penyisiran di sepanjang aliran Kanal Pampang dan melakukan penyelaman. Korban baru berhasil ditemukan setelah tim melakukan empat kali penyelaman di area sekitar jembatan," jelasnya.

Peristiwa nahas ini bermula pada Rabu malam (19/5). Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu sedang berkumpul dan nongkrong di pinggir kanal bersama tiga orang rekannya.

Nahas, korban tiba-tiba terjatuh ke dalam aliran kanal yang cukup dalam. Melihat korban tercebur, rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan darurat. Namun, lantaran kondisi arus atau kedalaman air, upaya penyelamatan tersebut gagal dan korban dengan cepat tenggelam serta hilang dari permukaan.

Saat dikonfirmasi mengenai dugaan apakah korban dan rekan-rekannya berada di bawah pengaruh minuman keras saat insiden terjadi, pihak BPBD belum bisa memberikan jawaban pasti.

"Informasi awal yang kami terima, korban terjatuh saat sedang nongkrong berempat di tempat tersebut. Teman-temannya sempat berusaha menolong namun tidak berhasil. Terkait apakah korban dalam keadaan mabuk atau tidak, kami kurang tahu pasti, itu ranah penyelidikan pihak kepolisian," pungkas Andi Arfan.

Begitu berhasil diangkat dari dasar kanal, isolasi area langsung dilakukan oleh petugas guna mengevakuasi jasad korban. Suasana haru dan histeris dari kerabat serta warga sekitar mewarnai proses evakuasi ini, mengingat lokasi kejadian merupakan area padat penduduk yang sejak semalam dipadati warga yang penasaran.

Jenazah Omah langsung dievakuasi menggunakan kantong jenazah dan dibawa oleh pihak berwenang untuk diserahkan kepada pihak keluarga agar dapat segera disemayamkan dan dimakamkan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR gabungan yang melibatkan BPBD, Basarnas, TNI/Polri, serta potensi SAR lainnya resmi dinyatakan ditutup.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/670492/pemuda-tenggelam-di-kanal-pampang-ditemukan-meninggal-dunia

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke