:

Pelayanan Jemaah Lansia & Disabilitas

3 jam lalu

MEKKAH, ARAB SAUDI — Pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif di Tanah Suci. Pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini, kelompok jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah penyandang disabilitas resmi menjadi prioritas utama penanganan selama seluruh rangkaian ibadah berlangsung.

Langkah ini diambil guna memastikan hak-hak beribadah para jemaah rentan tetap terpenuhi dengan aman, nyaman, dan sesuai dengan standar keselamatan internasional. Petugas lintas sektor telah disiagakan untuk memberikan pendampingan melekat sejak kedatangan di hotel hingga pelaksanaan prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Salah satu inovasi taktis yang diterapkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji adalah zonasi akomodasi. Jemaah lansia dan disabilitas tidak lagi ditempatkan secara acak, melainkan dialokasikan pada kamar-kamar khusus di lantai bawah atau area hotel yang memiliki aksesibilitas mudah terhadap lift dan jalur evakuasi.

Kamar khusus tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang tertentu yang ramah disabilitas, seperti kamar mandi dengan pegangan besi (handrail) serta kursi mandi khusus.

Tidak hanya sarana fisik, PPIH juga menerapkan sistem jemput bola melalui layanan visitasi berkala. Petugas yang terdiri dari tim pemandu dan tim medis akan mendatangi kamar-kamas khusus tersebut secara rutin untuk memeriksa kondisi logistik, kenyamanan, hingga status kesehatan para jemaah.

Intervensi pelayanan juga diperketat saat jemaah berada di luar pemondokan. Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Sugita Esadora, menjelaskan bahwa manajemen pergerakan jemaah rentan telah dirancang dengan skema pendampingan khusus.

"Jemaah lansia dan disabilitas mendapatkan pengawasan serta pendampingan khusus yang melekat. Petugas kami akan terus mendampingi mereka selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, mulai dari tawaf, sai, hingga prosesi di Armuzna nanti, baik menggunakan fasilitas kursi roda maupun mobil golf yang telah disiapkan," ujar Sugita Esadora saat memberikan keterangan pers di Mekkah.

Sugita menambahkan, pemeriksaan kesehatan berkala di dalam kamar hotel menjadi instrumen penting untuk memetakan jemaah mana saja yang nantinya membutuhkan bantuan alat peraga atau bahkan harus masuk ke dalam program safari wukuf demi menjaga keselamatan jiwa mereka.

Di sisi lain, Kementerian Agama juga mengimbau jemaah haji reguler yang memiliki kondisi fisik prima untuk turut serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial selama di Tanah Suci. Kerja sama kolektif antara petugas dan sesama jemaah diharapkan mampu meminimalisir risiko kelelahan ekstrem pada lansia akibat padatnya rute dan cuaca panas di Arab Saudi.

Dengan adanya sistem mitigasi dan standarisasi layanan ini, pelaksanaan haji diharapkan dapat berjalan lebih humanis, di mana keterbatasan fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi para jemaah untuk meraih predikat haji yang mabrur.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/670488/pelayanan-jemaah-lansia-disabilitas

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke