KENDARI, KOMPAS.TV — Di tengah lambatnya respons birokrasi dalam membenahi infrastruktur publik, aksi nyata sarat kepedulian sosial ditunjukkan oleh sekelompok warga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Jengah melihat jalanan kota yang kupak-kapik dan kerap memakan korban, mereka yang tergabung dalam tim "Abulangit Official Kendari" turun langsung ke jalan untuk melakukan pengaspalan secara swadaya.
Tanpa menunggu kucuran dana atau bantuan resmi dari pemerintah daerah, komunitas ini merogoh kocek pribadi untuk membeli material dan membenahi sejumlah ruas jalan yang berlubang. Fokus utama mereka adalah titik-titik rawan yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi para pengguna jalan.
Inisiatif mulia ini tidak lahir begitu saja. Kondisi infrastruktur jalan di Kota Kendari yang kian memprihatinkan menjadi pemicu utama. Lubang-lubang menganga di tengah jalan kerap memicu kecelakaan lalu lintas, di mana pengendara roda dua menjadi korban yang paling sering terjatuh, terutama saat malam hari atau ketika lubang tertutup genangan air hujan.
Koordinator Aksi Perbaikan Jalan Tim Abulangit Official Kendari, Harun Andi, menjelaskan bahwa gerakan ini berangkat dari akumulasi keresahan bersama masyarakat yang merasa tidak aman saat berkendara di kota sendiri.
"Gerakan ini terbentuk karena kami sering menerima laporan dan melihat sendiri banyaknya kecelakaan akibat jalan berlubang. Ini menjadi pemicu utama kami untuk bergerak. Dengan keterlibatan langsung warga, kami berharap penanganan bisa dilakukan lebih cepat, meski harus dengan cara swadaya," ujar Harun Andi saat ditemui di sela-sela aksi pengaspalan.
Sejak pertama kali menginisiasi gerakan ini, Tim Abulangit Official tercatat telah berhasil mengeksekusi dan memperbaiki sedikitnya empat lokasi jalan rusak yang berbeda di wilayah Kota Kendari.
Meski metode yang digunakan terbilang sederhana—yakni penambalan (patching) manual menggunakan aspal curah—namun langkah taktis ini terbukti sangat efektif dalam menutup lubang-lubang kritis dan langsung menurunkan risiko kecelakaan di jalur-jalur tersebut.
Kehadiran komunitas ini seolah menjadi oase sekaligus bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang kuat mampu menghadirkan solusi konkret di tengah keterbatasan anggaran maupun lambatnya realisasi pembangunan dari instansi terkait.
Aksi heroik warga bantu warga ini pun langsung mendapat apresiasi luas dan respons positif dari masyarakat setempat yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Warga merasa hak mereka untuk mendapatkan jalan yang layak dan aman akhirnya terpenuhi, justru lewat tangan sesama warga.
Herman, salah seorang warga Kendari, mengaku sangat senang dan merasa sangat terbantu dengan adanya pengaspalan swadaya yang diinisiasi oleh Tim Abulangit Official.
"Sebagai warga yang tiap hari lewat sini, kami tentu sangat senang dan merasa sangat terbantu. Lubang-lubang yang tadinya bahaya sekarang sudah rata. Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim ini," kata Herman penuh syukur.
Aksi gotong royong yang dilakukan oleh Abulangit Official Kendari ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, melainkan mampu mengetuk pintu kesadaran dan menginspirasi lebih banyak pihak—termasuk pemerintah kota—untuk memberikan perhatian serius terhadap keselamatan publik melalui pembenahan infrastruktur jalan yang layak.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/670483/kelompok-warga-perbaiki-jalan-secara-swadaya