MEKKAH, KOMPAS.TV — Menteri Haji dan Umrah sekaligus Amirulhaj Jemaah Haji Indonesia, Muhammad Irfan Yusuf, telah resmi tiba di Tanah Suci untuk memimpin langsung delegasi haji Indonesia. Setibanya di Mekkah, ia langsung bergerak melakukan peninjauan taktis ke sejumlah posko petugas yang tersebar di kawasan Masjidil Haram, sekaligus menyempatkan diri untuk menyapa dan berdialog dengan para jemaah haji reguler asal Indonesia.
Selain melakukan agenda peninjauan kesiapan infrastruktur dan logistik, Menteri Haji yang didampingi oleh jajaran eselon utama juga menggelar ibadah umrah wajib bersama rombongan delegasi Amirulhaj.
Peninjauan posko di sekitar kompleks Masjidil Haram dilakukan guna memastikan lini pelayanan ibadah, perlindungan jemaah (Linjam), dan tim medis siap menghadapi fase puncak haji. Menteri Haji menegaskan bahwa indeks kepuasan jemaah yang sudah baik pada fase awal kedatangan harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan seiring dengan semakin padatnya volume jemaah di Mekkah.
Ia menginstruksikan kepada seluruh jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk tidak mengendurkan pengawasan dan pelayanan, terutama pada titik-titik krusial yang menjadi area pergerakan massa jemaah.
"Saya minta serius, kinerja tingkatkan lagi, sampai nanti ada pendorongan ke Arafah dan Mina. Kita ingin semuanya petugas kita bekerja maksimal seperti yang kita harapkan sejak awal," tegas Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Irfan Yusuf, saat memberikan pengarahan kepada para petugas di Masjidil Haram.
Pihak kementerian menekankan bahwa koordinasi lintas sektor antara Tim Akomodasi, Transportasi Shalawat, dan Tim Kesehatan harus berjalan tanpa sumbatan birokrasi demi mengantisipasi potensi kendala di lapangan.
Selain memberikan instruksi keras kepada para petugas, Menteri Haji juga menaruh perhatian besar pada kondisi fisik jemaah haji Indonesia. Mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi yang fluktuatif dan menuntut ketahanan fisik yang prima, jemaah diimbau untuk bersikap rasional dalam menjalankan ibadah sunah.
Kementerian Haji mengingatkan bahwa esensi dari ibadah haji adalah kesiapan fisik pada hari H wukuf di Arafah. Oleh karena itu, jemaah lansia dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi sangat disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak.
Menteri Haji meminta para ketua kloter untuk terus mengedukasi jemaah agar mengutamakan aspek keselamatan jiwa dan tidak memaksakan ambisi ibadah yang di luar batas kemampuan tubuh.
"Untuk jemaah haji kita, tolong tidak memaksakan diri. Hitung kemampuan fisiknya masing-masing. Jaga kesehatan dengan baik selama proses ibadah ini berlangsung agar semua bisa melaksanakan rukun haji dengan sempurna," pungkas Muhammad Irfan Yusuf di akhir keterangannya.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/670485/menhaj-imbau-jemaah-haji-tak-memaksakan-diri