AMBON, KOMPAS.TV — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, fluktuasi harga bahan pangan yang biasanya terjadi di sejumlah daerah tampaknya belum membayangi Kota Ambon, Maluku. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, harga sejumlah komoditas bumbu dapur utama di Pasar Tradisional Mardika Ambon hingga kini terpantau masih relatif stabil dan normal.
Komoditas penting penunjang kebutuhan rumah tangga dan industri kuliner seperti bawang merah, bawang putih, cabai, hingga tomat tidak menunjukkan adanya lonjakan harga yang berarti. Kondisi ini membawa angin segar bagi para konsumen, khususnya ibu rumah tangga, di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
Kestabilan harga ini terjadi bukan tanpa alasan. Faktor utama yang menjaga pergerakan harga tetap di koridor normal adalah kelancaran rantai pasok. Distribusi dan pasokan barang dari berbagai sentra pertanian—baik yang didatangkan dari luar daerah seperti Pulau Jawa dan Sulawesi, maupun hasil panen petani lokal di Maluku—masih sangat mencukupi untuk memenuhi lonjakan permintaan pasar.
"Stabilnya harga bumbu dapur saat ini dipicu oleh pasokan barang yang masuk ke Pasar Mardika masih sangat melimpah. Stok yang tersedia di tingkat agen maupun pedagang eceran dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Adha nanti," ujar salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Mardika, Upi, Kamis (21/5/2026).
Saat ini, para pedagang di pasar tradisional terbesar di Kota Ambon tersebut masih memberlakukan harga standar penyesuaian pasar global pasca-panen. Berikut adalah rincian harga eceran sejumlah bumbu dapur utama di Pasar Mardika:
Bawang Merah: Dijual dengan harga Rp45.000 per kilogram.
Bawang Putih: Dijual pada kisaran Rp40.000 per kilogram.
Cabai (Cabai Rawit & Keriting): Bertahan di angka kisaran Rp40.000 per kilogram.
Tomat: Berada di rentang harga Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram, tergantung pada kualitas dan ukuran komoditas.
Para pedagang memprediksi, jika fluks pengiriman barang dari pelabuhan bongkar muat menuju pasar tetap berjalan tanpa kendala cuaca ekstrem di laut, maka harga-harga ini diyakini akan tetap bertahan hingga hari H Lebaran Kurban nanti.
Kendati indikator harga saat ini menunjukkan tren positif, warga berharap dinas terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon bersama Satgas Pangan, tetap melakukan monitoring secara berkala. Hal ini diperlukan guna mengantisipasi adanya oknum spekulan yang sengaja menimbun pasokan demi memicu kelangkaan buatan menjelang hari raya.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/670482/jelang-idul-adha-harga-bumbu-dapur-stabil