Amerika Serikat telah menghabiskan hampir separuh stok rudal pencegat anti-balistiknya untuk membantu mempertahankan Israel dari serangan Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran sekutu AS, terutama Jepang dan Korea Selatan.
Dua sekutu AS itu disebut paling tertekan dengan menipisnya rudal untuk pertahanan mereka yang dibayangi ancaman dari China dan Korea Utara.
Dalam perang Iran, sebagaimana dilansir The Telegraph pada Kamis (21/5/2026), AS disebut telah menembakkan sekitar 200 rudal atau setengah dari total persediaan rudal pencegat Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).