CHINA, KOMPAS.TV - Presiden Rusia Vladimir Putin mengakhiri kunjungan dua harinya ke Beijing dengan membawa lebih dari 40 kesepakatan kerja sama strategis antara Rusia dan China.
Dalam kunjungan tersebut, Putin melakukan pembicaraan intensif dengan Presiden China Xi Jinping yang disebut berlangsung “ramah dan bermanfaat”.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa China siap bekerja sama dengan Rusia untuk mengimplementasikan berbagai konsensus penting yang telah dicapai kedua pemimpin negara.
Menurutnya, hubungan Beijing dan Moskow kini semakin kuat dengan fondasi saling percaya yang terus berkembang.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga membahas proyek pipa gas alam Power of Siberia 2 yang telah lama tertunda.
China menegaskan kerja sama energi dengan Rusia akan terus diperkuat di tengah dinamika geopolitik global.
Selama kunjungan Putin ke Beijing, kedua negara menandatangani lebih dari 40 perjanjian kerja sama di berbagai sektor seperti perdagangan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Selain itu, China juga kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap rencana penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan.
Beijing mendesak pemerintah AS untuk tidak mengirimkan sinyal dukungan kepada kelompok separatis kemerdekaan Taiwan demi menjaga stabilitas kawasan dan hubungan China-AS.
Pernyataan tersebut muncul usai kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China, di mana Xi Jinping memperingatkan bahwa kesalahan dalam menangani isu Taiwan dapat memicu bentrokan hingga konflik antara kedua negara besar tersebut.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/670341/kompak-putin-dan-xi-jinping-teken-lebih-dari-40-perjanjian-besar-soal-apa