KOMPAS.TV - Ibunda Thoudy Badai Rifanbillah, wartawan Republika yang ditangkap militer Israel saat menuju Gaza, berharap agar Pemerintah Indonesia bergerak cepat membebaskan Ody serta WNI lainnya.
Namun usaha pembebasan terhambat oleh tidak adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel.
Sembilan warga negara Indonesia yang menjadi relawan Global Sumud Flotilla masih disandera militer Israel.
Salah satunya adalah Thoudy Badai Rifanbillah, warga Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Ody merupakan seorang jurnalis yang turut serta dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla untuk membawa bantuan medis dan logistik ke Gaza, Palestina.
Jurnalis Republika ini sudah beberapa kali melakukan peliputan ke luar negeri, seperti Turki, Mesir dan kali ini ke Palestina.
Keluarga berharap Pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk membebaskan Ody serta WNI lainnya.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas bilang pembebasan 9 WNI terhambat oleh tidak adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel.
Pemerintah telah melakukan pendekatan melalui sejumlah negara sahabat di Timur Tengah yang menjadi perantara komunikasi diplomatik dengan Israel.
Sementara, perwakilan Media Crisis Center Global Peace Convoy Indonesia, Syamsul Ardiansyah mengklaim relawan Global Sumud Flotilla akan dideportasi pada Kamis sore waktu setempat.
Sebelumnya, 41 kapal ditahan dan lebih dari seratus aktivis kemanusiaan ditangkap militer Israel saat menuju Gaza.
Baca Juga Kondisi Terkini 9 WNI Aktivis Ditangkap Israel:, GPCI: Dipulangkan Menuju Turki | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/670319/kondisi-terkini-9-wni-aktivis-ditangkap-israel-gpci-dipulangkan-menuju-turki-kompas-malam
#wni #globalsummud #republika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/670324/ibu-jurnalis-thoudy-harap-pemerintah-segera-bebaskan-9-wni-yang-ditangkap-israel-berut