Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus penggerak Aksi Kamisan, Maria Catarina Sumarsih, mengkritik pemerintah dalam peringatan 28 tahun Reformasi.
Ia menyebut cita-cita besar "Indonesia Emas 2045" hanya akan menjadi angan-angan jika enam agenda reformasi tidak segera dituntaskan.
"Sepanjang pemerintah tidak mau melaksanakan enam agenda reformasi, jangan harap Indonesia Emas di tahun 2045 bisa terwujud," tutur Sumarsih setelah Aksi Kamisan di seberang Istana, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Menurut ibu Bernardinus Realino Norma Irawan (Wawan), mahasiswa yang gugur dalam Tragedi Semanggi I ini, reformasi dan demokrasi adalah sesuatu yang harus terus diperjuangkan. Hal ini demi mewujudkan cita-cita rakyat untuk hidup adil, makmur, dan sejahtera.
Sumarsih menilai saat ini Indonesia masih terbelenggu dalam praktik impunitas, di mana para pelaku pelanggaran HAM berat masa lalu, termasuk peristiwa 1998, seolah dibiarkan tanpa tersentuh hukum.
"Sebenarnya Indonesia itu adalah negara impunitas. Presiden itu juga mengingkari sumpah jabatan Presiden, di mana dalam UUD 1945 Presiden bersumpah akan melaksanakan undang-undang dengan selurus-lurusnya," ujar dia.
Simak selengkapnya dalam berikut ini.
Penulis: Siti Laela Malhikmah
Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah
Video Editor: Siti Laela Malhikmah
Produser: Nursita Sari
#AksiKamisan #BEMUI #Politik #HAM #Aktivis #Sumarsih #Tragedi1998 #TragediSemanggi #vjlab