Dalam dua hari pemerintah menunjukkan tiga jurus menyelamatkan rupiah, yakni pidato Prabowo di DPR, suntik obligasi hingga menaikkan suku bunga acuan.
Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah besar dengan turun langsung ke rapat paripurna DPR untuk menyampaikan kerangka ekonomi makro (KEM), sebuah tugas yang biasanya diemban Menteri Keuangan. Langkah yang dinilai para ekonom sebagai sinyal kegentingan situasi ekonomi karena bertujuan untuk meredam volatilitas pasar dan memulihkan kepercayaan investor di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang terus tertekan.
Meski Presiden telah menetapkan proyeksi nilai tukar tahun 2027, pasar merespons dengan waspada karena target tersebut masih jauh di bawah realitas perdagangan terkini, yang diperburuk oleh kontroversi komunikasi pemerintah yang dinilai tidak konsisten.
Menanggapi gejolak tersebut, pemerintah melalui Kementerian Keuangan merespons dengan intervensi agresif melalui penyuntikan dana sebesar dua triliun rupiah setiap hari ke pasar obligasi untuk menahan arus keluar modal asing. Selain itu, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen, melampaui ekspektasi pasar demi memperkuat daya tarik aset rupiah.
Meski langkah ini dimaksudkan sebagai jaring pengaman moneter, kebijakan tersebut membawa konsekuensi biaya yang nyata bagi masyarakat, terutama melalui potensi kenaikan cicilan kredit serta perlambatan ekspansi sektor riil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Sacrifices - Anno Domini Beats
#politik #pemerintah ##kompascomlab #PrabowoSubianto #PurbayaYudhiSadewa #Rupiah