Presiden RI Prabowo Subianto mengaku terpukul setelah melihat data ekonomi Indonesia beberapa tahun terakhir.
Prabowo menilai ekonomi Indonesia tumbuh secara konsisten, akan tetapi angka kemiskinan naik dan kelas menengah terus menyusut.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat berpidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR, Rabu (20/5/2026).
Dalam pidatonya Presiden Prabowo menjelaskan antara 2017-2024, pertumbuhan ekonomi konsisten di kisaran 5 persen. Namun, angka kemiskinan justru naik dari 46,1 persen menjadi 49,5 persen.
Bahkan dalam periode yang sama, angka kelas menengah Indonesia juga terus menyusut.
Persentase kelas menengah turun dari 22,1 persen pada 2017 menjadi 17,4 persen pada 2024, berkurang 4,7 persen atau 13,3 juta orang.