JAKARTA, KOMPAS.TV - Rupiah kian terpuruk, anjlok ke level 17.700 rupiah per dolar Amerika Serikat pada Selasa (19/5/2026).
Angka ini membuat rupiah berada di level psikologis terlemahnya sepanjang sejarah.
Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, Jisdor Bank Indonesia mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level 17.719 rupiah per dolar AS.
Sementara Senin (18/5/2026), rupiah berada di level 17.666 rupiah per dolar AS.
Dan sepekan sebelumnya, Selasa (12/5/2026) lalu, rupiah berada di level 17.514 rupiah per dolar AS.
Rupiah yang terperosok signifikan memicu kekhawatiran melonjaknya harga kebutuhan pokok.
Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan strategi agresif pemerintah, salah satunya dengan memutar dana Rp2 triliun per hari ke pasar obligasi.
Langkah manajemen kas ini diambil guna memancing sentimen positif dan menahan agar investor asing tidak menarik modalnya keluar dari Indonesia.
Intervensi ini diharapkan dapat meningkatkan harga obligasi dalam negeri dan menarik minat asing.
Baca Juga DPR Cecar Gubernur BI Rupiah Anjlok Rp17.600 per Dolar: Muncul Ejekan, Kurs 17.845 Indonesia Merdeka di https://www.kompas.tv/nasional/669851/dpr-cecar-gubernur-bi-rupiah-anjlok-rp17-600-per-dolar-muncul-ejekan-kurs-17-845-indonesia-merdeka
#rupiah #dolar #purbaya
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/ekonomi/669869/rupiah-anjlok-menkeu-purbaya-putar-rp2-triliun-per-hari-ke-pasar-obligasi-berut